RAID (part8)

(Oleh : Rifai Yukishiro)

At last, RAID 6

image

(Image : http://www.acnc.com/raidedu/6)

RAID 6 yang diperkenalkan dalam tulisan berikut oleh peneliti di Berkeley. Dalam skema RAID 6, dua perhitungan paritas yang berbeda ditujukan dan disimpan dalam blok yang terpisah. Oleh karena itu, sebuah array RAID 6 user data membutuhkan N disket yang mengandung N + 2 disket.

Gambar diatas mengilustrasikan skema, P dan Q dari dua algoritma pemeriksaan data. Satu dari dua adalah perhitungan XOR yang digunakan dalam RAID 4 dan 5. Namun, lainnya adalah sebuah algoritma pemeriksaan yang independen. Ini memungkinkan untuk membentuk data walaupun jika dua disket mengandung user data gagal.

Keunggulan dari RAID 6 adalah menyediakan ketersediaan data yang sangat tinggi. Tiga disket yang akan gagal dalam MTTR (Mean Time To Repair) interval mengakibatkan data menjadi tidak tersedia. Dalam sisi lain, RAID 6 mengakibatkan sebuah pinalti tulis yang substansial, karena masing-masing dari data tulis berakibat kepada dua blok paritas.

Referensi :

Sistem Operasi jilid 2 edisi 4 (William Stallings)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s