RAID (part 5)

Oleh : Rifai Yukishiro

Lanjut lagi ke RAID 3

raid3

RAID tingkat 3 diorganisasikan dalam bentuk yang mirip dengan RAID 2. Perbedaannya adalah bahwa RAID 3 hanya membutuhkan sebuah disket berulang yang tunggal, tidak peduli berapa besar disket array. RAID 3 mengembangkan, akses paralel dengan data terdistribusi dalam potongan kecil. Selain dari sebuah kode perbaikan kesalahan, sebuah paritas bit dihitung untuk sekumpulan bit individual dalam posisi yang sama dalam seluruh data disket.

Redudansi / Pengulangan

Dalam kejadian kesalahan drive, paritas drive diakses dan data dibentuk dari device sisa. Sekali drive gagal dikembalikan, data yang hilang dapat dipulihkan dalam drive baru dan operasi dikembalikan. Rekonstruksi data merupakan sesuatu yang cukup sederhana. Misalkan sebuah array lima device dalam X0 sampai X3 yang mengandung data dan X4 yang merupakan paritas disket. Paritas untuk bit ke-I dihitung sebagai berikut :

X4(i) = X3(i) ⊕ X2(i) ⊕ X1(i) ⊕ X0(i)

Misalkan bahwa drive XC1 telah gagal. Jika kita menambahkan untuk kedua sisi dari persamaan tersebut, kita dapat :

X1(i) = X4(i) ⊕ X3(i) ⊕ X2(i) ⊕ X0(i)

Isi dari masing-masing potong data dalam X1 dapat dibangun dari sisi potongan yang berhubungan dalam disket sisa dari array. Prinsip ini benar untuk RAID tingkat 3 sampai tingkat 6.

Dalam kejadian dari kesalahan disket, seluruh data yang tepat tersedia yang direferensikan sebagai model yang dikurangkan. Dalam model ini, untuk membaca, data yang hilang dibangun dengan menggunakan perhitungan OR. Ketika data dituliskan ke sebuah array RAID 3 yang dikurangi, dari paritas yang harus diperlihara untuk regenerasi berikut. Kembali ke operasi penuh yang membutuhkan disket yang gagal ditempatkan dan seluruh isi dari disket yang gagal dapat dibangun dalam disket baru.

Kinerja

Karena data dipotong dalam sebuah potongan yang sangat kecil, RAID 3 dapat mencapai sebuah tingkat transfer yang sangat tinggi. Setiap permintaan dari I/O akan melibatkan transfer paralel data dari seluruh disket data. Untuk transfer yang besar, perbaikan kinerja khususnya diperhatikan. Dalam sisi lain, hanya satu dari permintaan I/O yang dapat dieksekusi dalam satu waktu. Oleh karena itu, dalam sebuah lingkungan berorientasi transaksi, kinerja akan menderita.

Selanjutnya (RAID 4)..

Referensi :

– Sistem Operasi Jilid 2 Edisi 4 (William Stallings)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s