RAID (part 3)

Oleh : Rifai Yukishiro

raid-level-1

(Image from : http://www.prepressure.com/library/technology/raid)

Berikutnya akan dibahas mengenai RAID tingkat 1. RAID tingkat 1 berbeda dari RAID tingkat 2 sampai RAID tingkat 6 dimana redudansi dicapai. Dalam skema RAID lainnya, beberapa bentuk dari penghitungan paritas digunakan untuk memperkenalkan redudansi, dalam sebuah RAID 1, redudansi dicapai dengan sebuah penduplikasian seluruh data dengan bijaksana. Sebagaimana dalam gambar diatas, menunjukan potongan data ulang digunakan, sebagaimana dalam RAID 0. Namun dalam kasus ini, masing-masing potongan logika dipetakan dalam dua disket terpisah sehingga setiap disket dalam array hanya memiliki sebuah disket mirror yang mengandung data yang sama.

Terdapat sejumlah aspek positif ke organisasi RAID 1 :

  1. Sebuah permintaan untuk membaca dapat dilayani dengan dua disket yang mengandung permintaan data, yang melibatkan waktu pencarian minimum ditambah dengan  latensi rotasional.
  2. Sebuah permintaan yang membutuhkan kedua potongan yang berhubungan dengan update, namun ini dapat dilakukan secara paralel. Oleh karena itu, kinerja tulis dilakukan dengan memperlambat dua tulis (misalkan yang melibatkan waktu pencarian yang lebih besar ditambah dengan latensi rotasional). Namun, tidak terdapat sebuah “pinalti tulis” dengan RAID 1. RAID tingkat 2 sampai 6 terlibat dalam penggunaan dari paritas bit. Ketika sebuah potongan tunggal diupdate, manajemen array software harus pertama kali menghitung dan mengupdate paritas bit sebagaimana halnya dengan potongan yang sebenarnya dalam potongan yang ditanyakan.
  3. Pemulihan dari sebuah kesalahan adalah sederhana. Ketika sebuah kesalahan drive, data mungkin tetap diakses dari drive kedua.

Kelemahan prinsip RAID 1 adalah biaya yang dibutuhkan dua kali dari daerah disket logika yang didukungnya. Karena itu, sebuah konfigurasi RAID 1 terbatas dengan drive yang menyimpan software sistem dan data file kritis lainnya. Dalam kasus ini, RAID menyediakan sebuah back up waktu-nyata dari seluruh data sehingga tingkat kesalahan disket, seluruh data kritis tetap tersedia langsung.

Dalam sebuah lingkungan berorientasi transaksi, RAID 1 dapat mencapai sebuah permintaan I/O tinggi jika sejumlah permintaan dibaca. Dalam situasi ini, kinerja dari RAID 1 dapat mendekati dua kali dari RAID 0. Namun, jika sebuah pecahan yang substansial dari permintaan I/O yang menuliskan permintaan, maka tidak terdapat perbaikan kinerja terhadap RAID 0. RAID 1 juga menyediakan perbaikan kinerja terhadap RAID 0 untuk transfer data dalam aplikasi intensif dengan sebuah persentase baca yang tinggi. Perbaikan terjadi jika aplikasi dapat memisahkan permintaan baca sehingga anggota disket berpartisipasi.

(Selanjutnya RAID 2..)

Referensi :

– Sistem Operasi Jilid 2 Edisi Keempat (William Stallings)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s