RAID Series

Oleh : Rifai Yukishiro

RAID

(image : http://www.microcenter.com/random_access/newsletters/06_newsletters/0306/in_the_lab.html)

Untuk kali ini akan dibahas mengenai RAID (Redundant Array of Independent Disk) yaitu sebuah mekanisme untuk meningkatkan kinerja media penyimpanan sekunder agar mengimbangi kinerja CPU dan memori utama. Ide awal peningkatan kinerja disk yaitu pemecahan disk menjadi beberapa disk (multiple disk) sehingga permintaan I/O dapat dilakukan secara paralel. Untuk kemudian dapat dibuat berbagai variasi cara data diorganisasikan dan redundansi dapat ditambahkan untuk meningkatkan reliabilitas. Skema RAID mengandung tujuh tingkat nol sampai ke enam.

Tingkat ini tidak berakibat pada hubungan hierarki namun dinyatakan dalam arsitektur desain yang berbeda yang men-share tiga karakteristik yang umum.

  1. RAID merupakan kumpulan drive disket fisik yang oleh sistem operasi digunakan sebagai drive logika tunggal.
  2. Data didistribusikan terhadap drive disk array.
  3. Kapasitas redudansi disket digunakan untuk menyimpan informasi paritas, yang mana menjamin pemulihan data kesalahan disket.

Rincian dari karakteristik kedua dan ketiga berbeda untuk setiap tingkat RAID. RAID 0 tidak mendukung karakteristik ketiga.

Istilah RAID pertama kali dimunculkan dalam penelitian oleh grup dari peneliti di Universitas California di Berkeley. Tulisan tersebut menggarisbawahi berbagai konfigurasi RAID dan aplikasi, dan mengenalkan istilah tingkat RAID yang sedang digunakan. Strategi RAID menggantikan disket drive dengan kapasitas besar dengan drive yang lebih kecil dan distribusi data dalam cara yang memungkinkan secara simultan mengakses data dari drive multiple, yang meningkatkan kinerja I/O dan memungkinkan peningkatan dari kapasitas dengan lebih mudah.

Kontribusi unik dari propossal RAID adalah untuk menyatakan keefektifan dari kebutuhan akan redudansi. Walaupun memungkinkan untuk multiple kepala dan actuator untuk beroperasi secara simultan untuk mencapai I/O yang lebih tinggi dan tingkat transfer penggunaan device multiple meningkatkan probabilitas dari kesalahan. Untuk kompensasi dari penurunan reliabilitas, RAID membuat penggunaan dari paritas informasi yang memungkinkan pemulihan dari kehilangan data yang disebabkan oleh kesalahan disket.

Sekarang kita memeriksa masing-masing tingkat RAID. Tabel dibawah merangkum tujuh tingkat. Tingkat dua dan empat tidak ditawarkan secara komersial dan tidak bisa untuk mencapai sebuah penerimaan industri. Namun, sebuah deskripsi untuk masing-masing tingkat akan menjelaskan pemilihan desain dalam beberapa tingkat lainnya.

Kategori Level Deskripsi

Tingkat Permintaan I/O (Baca/Tulis)

Tingkat Transfer Data (Baca/Tulis)

Tipe Aplikasi

Stripping

0 Non-redundat Potongan besar : Luar Biasa Potongan kecil : Excelent Aplikasi yang membutuhkan kinerja tingkat tinggi untuk data nonkritis

Mirroring

1 Mirrored Baik/Normal Fair/Fair Drive Systems; File kritis

Paralell Acces

2 Redundan melalui kode Buruk Excellent
3 Hamming Paritas Bit-interleaved Buruk Excellent Ukuran permintaan aplikasi I/O besar seperti sebuah pencitraan, CAD

Independent-Acces

4 Paritas Block-interleaved Excellent/Fair Fair/Poor
5 Paritas terdistribusi block interleaved Excellent/Fair Fair/Poor Tingkat permintaan tinggi, intensive baca, dan look up
6 Paritas terdistribusi dual block interleaved Excellent/Fair Fair/Poor Aplikasi yang membutuhkan kesediaan yang sangat tinggi

Selanjutnya (Raid tingkat 0)…

 

Referensi

– Sistem Operasi Edisi ke 4 Jilid 2 (William Stallings)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s