Drive Wiper vs Formatting Drive

Oleh : Rifai Yukishiro

Dahulu kita sering mendengar istilah format drive untuk menhabisi seluruh isi dalam drive tersebut, dalam hal ini menghapus seluruh isi dalam drive tersebut. Teknik ini biasa digunakan oleh kita-kita bila suatu drive misalkan flashdisk atau partisi di komputer kita sudah terlalu banyak sampah atau bahkan sudah banyak terinfeksi virus. Dan kita ingin membersihkan total, sehingga drive kita fresh seperti awalnya lagi.

image

Dengan menggunakan formating tools bawaan dari windows, kita bisa menghabisi drive dengan mudah. Disitu terdapat beberapa opsi diantaranya Quick Format terus Volum Label, dan jenis drive (NTFS atau FAT32).

Kembali ke topik awal bahwa salah satu cara untuk menghabisi suatu drive adalah format. Tetapi mungkin cara satu ini belum tentu menhapus seluruh isi dari drive tersebut. Ini berkaitan dengan cara kerja dari drive tersebut.

(Reff :http://www.diskwipe.org/)

Sebuah drive menyimpan data dalam bentuk rangkain bit 0 dan 1 (dan hanya itu). Semua jenis data (file gambar, archive, program, suara, video, dll) akan direpresentasikan dalam imagebentuk 0 dan 1. Ketika suatu file didelete, tidak serta merta data tersebut dihapus. Karena dalam istilah sistem digital tidak mengenal penghapusan data. Jadi ketika kita mendelete suatu file, sebenarnya kita hanya menhapus pointer yang bersangkutan. Sedangkan datanya tentu saja masih bisa direcover lagi. Apalagi dengan sistem Operasi Windows, alat untuk recovery sudah banyak dijumpai.

Sekarang beralih ke Formating Drive, kurang lebih prinsipnya sama dengan deleting. Masih ada indikasi bahwa data tertinggal di dalam drive.

Untuk apa kita aware dengan masalah formating ini ~> Salah satunya adalah ketika sebuah data sudah tidak kita pakai lagi / tidak berguna, kita mencegah data tersebut agar tidak dimanfaatkan orang lain untuk tujuan yang tidak baik

Konsep baru penghabisan drive sekarang yaitu drive wiper. Apa itu? Semacam “penghapusan” isi drive. Bedanya dari formating drive, kalau format kemungkinan hanya menhapus pointernya saja (ada indikasi file bisa direcovery), sedangkan yang satu ini mengisi data yang akan dihapus dengan dummies data atau data yang tidak artinya image(meaningless), sehingga memberikan kesan menghapus data (yang sebenarnya adalah mengoverwrite). Nah, teknik pengisian meaningless data tersebut menggunakan algoritma yang khusus (mungkin seperti : Dod 5220-22.M, US Army, Peter Guttman). Bisa saja diisi dengan bit 0 semua atau 1 semua atau secara random tidak jelas. Dan itu bisa dilakukan beberapa kali (beberapa lapis) sehingga imposibble  untuk mengembalikan data yang sebelumnya kembali.

Konsep Wiper ini kurang lebih sama dengan Shredder (File Shredder), Wiper bekerja di satu drive sedangkan Shredder bekerja pada satu atau beberapa file saja.

CMIIW

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s